Masih Ingat Robinho? Eks Manchester City Berbagi Sel Ukuran Delapan Meter Persegi Dan Bekerja Demi Kurangi Masa Tahanan Sembilan Tahun
- Robinho perbaiki radio dan TV untuk kurangi hukuman
- Berbagi sel 8 m² dengan tahanan lain di Tremembe
- Ikut klub baca dan main bola di penjara
APA YANG TERJADI?
Robinho kini menghuni penjara Tremembe, Sao Paulo, yang dikenal sebagai tempat tahanan terkenal dengan reputasi kelam. Ia tinggal di sel sempit berukuran delapan meter persegi bersama seorang tahanan berusia 22 tahun yang dihukum karena mendorong seseorang untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri. Untuk memperpendek masa hukuman sembilan tahunnya, Robinho menyelesaikan kursus elektronik selama 600 jam dan kini bekerja memperbaiki radio serta televisi di dalam penjara, sebuah pekerjaan yang tak biasa bagi mantan bintang sepak bola.
Kehidupan sehari-harinya di penjara diisi dengan berbagai aktivitas. Ia kerap memamerkan keterampilan sepak bolanya untuk menghibur sesama tahanan, berjemur di bawah sinar matahari, serta mengikuti klub baca dan program pendidikan kerja kewarganegaraan yang terdiri dari sepuluh modul. Namun, saat libur Natal, ia tak diizinkan keluar seperti tahanan lain, sehingga tak bisa berkumpul dengan istri, Vivian, dan ketiga anaknya di rumah mereka di Santos. Kunjungan keluarga pun dibatasi ketat, hanya boleh membawa barang seperti makanan, pakaian, permainan catur, dan buku non-pornografi.
Hukuman ini berakar dari kasus pemerkosaan berkelompok pada Januari 2013 di sebuah kelab malam di Italia, saat Robinho masih bermain untuk AC Milan. Ia dan lima pria lain dinyatakan bersalah pada 2017 oleh pengadilan Italia, tetapi proses hukum berlarut-larut. Setelah Italia meminta ekstradisi pada 2022 dan Brasil menolak karena larangan mengekstradisi warganya, Pengadilan Tinggi Brasil akhirnya memutuskan ia menjalani hukuman di negaranya sendiri pada Maret lalu. Dalam bandingnya, Robinho mengakui ada “kontak” dengan korban, tetapi bersikeras itu atas dasar suka sama suka.
GAMBARAN BESAR
Kehidupan Robinho di penjara menjadi cerminan jatuhnya seorang bintang sepak bola yang pernah bersinar di klub-klub top seperti Real Madrid, Manchester City, dan AC Milan. Dari lapangan hijau yang megah, ia kini terkurung di sel sempit dan bekerja memperbaiki alat elektronik, sebuah kontras tajam dengan karier glamornya di masa lalu. Penjara Tremembe, yang menampung lebih dari 2.500 tahanan termasuk pelaku kejahatan berat, menjadi panggung baru yang jauh dari sorotan publik yang dulu memujanya.
Sistem hukuman Brasil memberi peluang bagi Robinho untuk mengurangi masa tahanannya: satu hari berkurang untuk setiap 12 jam kerja. Selain pekerjaannya, ia juga aktif dalam klub baca, berkebun, dan menyelesaikan program pendidikan, menunjukkan upaya untuk tetap produktif dan menjadi tahanan teladan. Namun, kasusnya tetap menjadi sorotan dunia karena melibatkan kejahatan serius dan profilnya sebagai mantan atlet internasional, yang pernah tampil 100 kali untuk timnas Brasil.
Perjalanan hukum Robinho penuh liku. Italia menghukumnya pada 2017, tetapi ia baru dipenjara di Brasil tujuh tahun kemudian setelah putusan bersejarah Pengadilan Tinggi Brasil pada 2022. Penolakan ekstradisi oleh Brasil memicu perdebatan hukum internasional, dan bukti seperti rekaman telepon yang menunjukkan sikapnya meremehkan korban memperkuat vonisnya. Kasus ini tak hanya mengakhiri kariernya, tetapi juga meninggalkan noda permanen pada warisannya sebagai salah satu talenta besar Brasil.
APA YANG DIKATAKAN?
Pengacara Robinho, Mario Rosso, memberikan gambaran mendalam tentang kehidupan kliennya di penjara saat berbicara dengan Marca. “Ia menunduk dan melangkah tenang. Ia tahanan teladan, tak punya masalah dengan tahanan lain. Ia sibuk,” ujar Rosso. Ia menambahkan, “Robinho menjalani hari-harinya dengan penuh ketenangan, fokus pada rutinitas seperti bekerja, membaca, dan berpartisipasi dalam aktivitas penjara. Ia tidak mencari konflik dan berusaha menjaga sikap positif meski dalam situasi sulit. Ini menunjukkan adaptasinya terhadap kehidupan baru yang jauh dari kemewahan masa lalunya sebagai pesepak bola.”
TAHUKAH ANDA?
- Robinho pernah bermain 100 kali untuk timnas Brasil dan mencatatkan 137 laga untuk Real Madrid.
- Penjara Tremembe juga menampung pelaku kejahatan berat seperti pembunuh anak dan dokter yang melecehkan pasien.
- Hukumannya bisa berkurang satu hari untuk setiap 12 jam kerja yang ia lakukan di penjara.
BERIKUTNYA?
Robinho akan terus menjalani hukuman sembilan tahunnya di Tremembe sambil bekerja memperbaiki elektronik dan mengikuti program penjara untuk mempercepat pembebasannya. Sementara itu, keluarganya, terutama putranya, Robinho Jr., yang berusia 17 tahun, tengah menanti kesempatan bermain bersama Neymar di Santos, berusaha meneruskan warisan sepak bola keluarga di tengah bayang-bayang kasus sang ayah.