Hindari Rute Bayangan di Google Maps Saat Lewat Cemorosewu-Magetan
MAGETAN, KOMPAS.com – Bagi masyarakat maupun pemudik yang akan melewati jalur Cemorosewu – Magetan, Jawa Timur, diimbau tidak mengikuti jalur abu-abu di Google Maps.
Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini mengatakan, jalur abu-abu yang tertera di Google Maps adalah jalur lama yang kondisi jalannya ekstrem dengan turunan dan belokan tajam sehingga membahayakan bagi pengendara yang tidak mengenal medan.
“Jangan melewati jalur yang lama, kalau di Google Maps itu jalur itu sudah jadi jalur bayangan, jadi kita imbau untuk tidak menggunakan jalur tersebut. Jangan diklik yang jalur bayangan,” ucap Ade dikutip dari Kompas.com, Senin (31/3/2025).
Baca juga: Pelayanan BPKB Hari Ini Libur, Buka Kembali 8 April 2025
Ade juga mengatakan, jalur tersebut sangat berbahaya bagi pengendara khususnya kendaraan matik karena medan jalan menurun dan berbelok tajam.
“Kendaraan matik itu kan kalau panas nge-lock atau mengunci sehingga bisa tergelincir. Apalagi saat ini curah hujan masih tinggi, jalan di jalur tersebut turunan berkelok dan licin,” katanya.
Polres Magetan juga telah memasang early warning di lokasi turunan dan tikungan tajam di atas destinasi wisata Lawu Green Forest yang sering terjadi kecelakaan bus terjun ke jurang sedalam 50 meter.
Baca juga: Kenapa Mobil Listrik Tidak Dibekali Dengan Ban Serep?
“Kita sudah pasang early warning di atas LGF untuk mengurangi angka laka lantas dan fatalitas, dan kita juga sudah memasang CCTV di sejumlah titik rawan,” ucapnya.
Untuk mengamankan jalur mudik Cemorosewu – Magetan, Polres Magetan akan menempatkan pos terpadu di wilayah perbatasan Cemorosewu serta pos pengamanan di jalur Maospati.
Demi keselamatan bersama, para pemudik diimbau untuk selalu mengikuti jalur utama yang telah direkomendasikan oleh pihak berwenang dan tidak menggunakan jalur alternatif yang berisiko.