Sambut Nyepi, Lampung Tengah Gelar Festival Ogoh-ogoh Terbesar
LAMPUNG, KOMPAS.com – Ribuan umat Hindu di Kabupaten Lampung Tengah merayakan Hari Raya Nyepi dengan menggelar festival Ogoh-ogoh terbesar pada Minggu (23/3/2025).
Festival yang bertajuk Kesanga Fest 2025 ini menampilkan puluhan ogoh-ogoh dari 28 komunitas dan organisasi Hindu.
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, menyatakan bahwa festival yang diselenggarakan di Lapangan Merdeka, Kecamatan Seputih Raman, tidak hanya dihadiri umat Hindu.
“Festival untuk menyambut Hari Raya Nyepi Caka 1947/2025 Masehi ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai suku dan agama,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Jalan Tol Bali Mandara Tutup Selama 32 Jam Saat Nyepi
Ardito juga mengungkapkan rasa syukurnya melihat masyarakat Lampung Tengah yang berbaur dan menikmati festival ogoh-ogoh bersama.
Ia menekankan bahwa perayaan ini mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi yang tinggi di tengah keberagaman masyarakat.
“Saya mengajak seluruh umat Hindu dan masyarakat Lampung Tengah untuk terus memperkuat tali persaudaraan dan kerukunan,” tambahnya.
Bupati menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan budaya, melainkan juga wujud nyata harmoni dan toleransi antarumat beragama di Lampung.
Sementara itu, Kapolsek Seputih Raman, Iptu Mursidi, menginformasikan bahwa Polres Lampung Tengah dan Polsek jajaran telah menerjunkan puluhan personel untuk melakukan pengamanan ketat di lokasi festival.
Baca juga: Pelabuhan Gilimanuk Tutup Saat Nyepi, Ribuan Pemudik Diprediksi Bakal Terjebak
“Personel telah kami tempatkan sesuai ploting masing-masing, dan dalam pelaksanaannya, kami bersinergi dengan TNI, Satpol PP, pecalang, dan pihak terkait lainnya untuk memberikan pengamanan maksimal, termasuk pengaturan arus lalu lintas,” kata Kapolsek.
Ia menambahkan, “Sehingga, ribuan masyarakat yang datang untuk menyaksikan festival tersebut dapat menikmati jalannya acara dengan aman, tertib, dan lancar.”
Melalui acara Sasih Kesanga Fest 2025, Kapolsek berharap tradisi ini terus lestari dan semakin mempererat keberagaman budaya di Lampung Tengah.