Informasi Terpercaya Masa Kini

Kisah Yarindu, Siswa Kelas 7 Jualan Jamu Keliling Setiap Pulang Sekolah

0 2

KOMPAS.com – Umumnya siswa SD (Sekolah Dasar) kalau pulang sekolah, beristirahat dan bermain. Tetapi Yarindu sejak SD sudah berjualan jamu keliling dari rumah ke rumah puluhan kilometer.

Yarindu, siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mubarok, Kecamatan Rembang.

Siswa dengan nama lengkap Muhammad Yarindu Setiawan ini dibantu adiknya, Desember Demayanti yang masih kelas 4 SD, menjual jamu yang diracik oleh sang Ibu dari rumah ke rumah. Mereka berdua melakukannya dengan gembira dan penuh keikhlasan.

Ia tidak malu berjualan jamu. Justru merasa senang. Orangtuanya telah mendidiknya secara mandiri sedari kecil.

Baca juga: Kisah Nadya, Siswa MAN Usia 15 Tahun Lolos SNBP 2025 di Unair

Per botol jamu kunir asem itu ia jual seharga Rp 5.000. Baik Yarindu maupun Dema, dalam sehari mampu menjual masing-masing sekitar 20 botol jamu.

“Alhamdulillah habis terus. Saya bantu Ibu jualan setiap hari mulai pukul 13.00 WIB sepulang sekolah. Kalau sudah habis baru pulang. Uangnya untuk jajan di sekolah dan kebutuhan lainnya,” katanya, dilansir dari laman Kemenag, Selasa (25/3/2025).

Kedua anak ini sering menjajakan jamunya di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang.

Langganan tetap Kemenag Rembang

Kepala Kankemenag Kabupaten Rembang, Moh. Mukson merupakan salah satu pelanggan tetapnya. Tak jarang, Kakankemenag memborong jamu Yarindu.

Melihat ketekunan Yarindu dan Dema, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Rembang, Sri Farida Ristiyana bersama tim, menelusuri rumah Yarindu dan akhirnya melakukan survei produksi jamu di rumah Yarindu yang beralamatkan di Desa Pedak, Kecamatan Rembang.

Baca juga: Kisah Rafidhan, Rintis Usaha Omzet Puluhan Juta Bisa Lulus Tanpa Skripsi

Melihat minimnya alat produksi jamu, pihak Kemenag Rembang berinisiatif memberikan zakat produktif kepada orangyua Yarindu, yaitu Achmad Dedi Setiawan dan Maryati.

Bantuan zakat berupa alat produksi, di antaranya satu set kompor gas, panci dan lainnya senilai Rp 1.000.000.

Zakat produktif ini diserahkan oleh Kakankemenag kepada Maryati saat Festival Ramadan 1446 H, pada 21 Maret 2025 di aula Kemenag Rembang.

Kakankemenag berharap, bantuan ini membantu mempermudah produksi jamu Maryati dan bisa meningkatkan jumlah produksi.

“Semoga dengan bantuan ini, usaha jamu Ibu Maryati semakin berkembang,” katanya.

Maryati menyampaikan terima kasih kepada Kemenag Rembang. Dia berharap, bantuan ini akan bisa meningkatkan perekonomian dan membantu memenuhi kebutuhan keempat putra-putrinya.

Leave a comment