5 Cara Move On dari Mantan tanpa Harus Blokir Media Sosialnya
Move on dari mantan bisa jadi tantangan besar, terutama jika kamu masih terhubung di media sosial. Godaan untuk mengecek aktivitasnya, melihat postingannya, atau bahkan menunggu interaksinya bisa memperlambat proses penyembuhan.
Namun, jika kamu tidak ingin memutus hubungan secara ekstrem dengan memblokirnya, ada cara-cara bijak untuk tetap move on tanpa harus tergoda oleh bayangan masa lalu. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba.
1. Batasi Interaksi dan Konsumsi Kontennya
Salah satu kunci utama agar bisa move on tanpa harus memblokir adalah dengan mengurangi eksposur terhadap aktivitas mantan. Kebanyakan platform media sosial, kini memiliki fitur seperti mute, unfollow, atau hide yang memungkinkan kamu untuk tidak melihat unggahannya tanpa harus menghapus pertemanan.
Jadi, kamu tetap bisa menjaga hubungan secara netral tanpa harus terganggu oleh kehidupannya yang terus berjalan. Selain itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan stalking. Semakin sering kamu melihatnya, semakin sulit bagi otak untuk melepaskan keterikatan emosional.
2. Fokus pada Diri Sendiri dan Kesibukan Baru
Move on bukan hanya tentang melupakan seseorang, tetapi juga tentang membangun kembali hidupmu sendiri. Setelah putus, sering kali kita merasa ada kekosongan yang sulit diisi. Daripada mengisinya dengan memikirkan mantan, manfaatkan waktu tersebut untuk mengeksplorasi hal-hal baru.
Mulailah hobi baru, olahraga, membaca, atau bahkan merencanakan perjalanan yang selama ini tertunda. Dengan menyibukkan diri, kamu akan lebih sedikit terdorong untuk memeriksa media sosialnya dan lebih fokus pada pertumbuhan diri sendiri.
3. Jangan Menginterpretasikan Setiap Postingan Mantan
Salah satu tantangan terbesar jika kamu tidak memblokir media sosial mantan adalah godaan untuk mencari makna di balik setiap unggahannya. Misalnya, jika dia mengunggah kutipan sedih, kamu mungkin berpikir dia masih merindukanmu. Atau jika dia terlihat bahagia, kamu mungkin merasa tertinggal.
Ingatlah bahwa media sosial hanya menampilkan bagian kecil dari kehidupan seseorang dan sering kali tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Jangan biarkan dirimu terjebak dalam permainan asumsi yang hanya akan memperlambat proses move on.
4. Jaga Batasan dalam Berkomunikasi
Meskipun kamu tidak memblokirnya, bukan berarti kamu harus tetap sering berinteraksi. Jika mantan masih suka menghubungi atau memberikan komentar di unggahanmu, tetapkan batasan yang jelas. Jawab dengan sopan, tetapi jangan membuka celah untuk obrolan panjang yang bisa membangkitkan perasaan lama.
Jika merasa sulit mengendalikan emosi saat berinteraksi, berikan jeda waktu sebelum membalas pesan atau komentar darinya. Dengan begitu, kamu bisa tetap menjaga hubungan baik tanpa harus kembali terjebak dalam dinamika lama.
5. Beri Waktu untuk Penyembuhan, Bukan Penyangkalan
Tidak memblokir mantan bukan berarti kamu harus berpura-pura tidak terluka atau cepat-cepat mencari pengganti. Biarkan dirimu merasakan dan memahami perasaan sedih atau kecewa yang ada.
Proses move on yang sehat bukan tentang menghindari rasa sakit, tetapi tentang menghadapi dan menerimanya dengan cara yang lebih dewasa.
Seiring waktu, kamu akan menyadari bahwa kehadiran mantan di media sosial bukan lagi sesuatu yang memengaruhi perasaanmu secara signifikan.
Ingat, move on bukan tentang siapa yang lebih cepat melupakan, tetapi tentang siapa yang bisa menemukan kebahagiaan baru tanpa perlu menoleh ke masa lalu.
Dengan menerapkan cara-cara di atas, kamu bisa tetap melangkah maju tanpa harus memutus koneksi sepenuhnya. Move on bukan soal menghindar, tapi soal belajar untuk melepaskan tanpa kebencian atau keterikatan yang berlebihan.