Agak Lain, Dedi Mulyadi Puyeng Dijatah Alphard, IONIQ 5 Sampai Mercy Sprinter, Endingnya Begini
GridOto.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi puyeng setelah tahu dijatah mobil dinas dengan jumlah banyak.
Unitnya mulai Toyota Alphard, Hyundai IONIQ 5, Hyundai IONIQ Sedan, Toyota Camry, Toyota Crown, Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A3, serta tiga mobil patwal Polisi.
Kemudian ada juga beberapa motor gede (moge) mulai Honda CB500X, BWM Motorrad dan Royal Enfield.
Karena tak mau memakai semua kendaraan dinas tersebut, endingnya Ia malah memilih membagi-bagikannya ke beberapa instansi.
Seperti Honda CB500X diberikan ke Dinas Perhubungan untuk patroli, BMW Motorrad untuk Satpol PP dan Royal Enfield untuk admin Pimpinan.
Kemudian untuk Toyota Camry 2016 akan diberikan ke dinas yang membutuhkan atau dilelang.
Hyundai IONIQ sedan akan disumbangkan ke salah satu dinas, Hyundai IONIQ 5 akan digunakan staf Pemprov Jabar.
Baca Juga: Peringatan Serius Buat Pelajar, Terlibat Balap Liar, Tawuran, Geng Motor, Berujung di Markas Tentara
Selanjutnya Toyota Alphard akan dikasih ke Sekretaris Daerah (Sekda).
Sedangkan Dirinya sendiri, Dedi memilih menggunakan Toyota Kijang Innova Zenix.
“Ini enggak mungkin saya pakai, kira-kira cocoknya untuk apa? Dishub,” ujar Dedi, seperti dilansir dari tayangan di kanal YouTube miliknya.
“Patroli bantu polisi agar tidak macet di Jawa Barat. Ubah menjadi motor dinas,” imbuhnya, Sabtu (22/2/2025).
Selain itu, Dedi juga memberikan motor BMW dan Royal Enfield untuk Satpol PP dan admin pimpinan Gubernur Jabar.
“Satpol PP ada? Bisa operasional dong. Bantuin Pemkot yang pagi-pagi itu, nanti patroli angkut di mobil belakang,” paparnya.
“Royal Enfield untuk admin pimpinan. Bapak mau ini, mau ini? Mana yang nyaman? BMW belum tentu bisa ngurus,” katanya.
Baca Juga: Mulai Ketat, Gubernur Baru Jabar Larang Motor dan Mobil Seperti Ini Melintas
Selain itu Gubernur Jabar Demul juga memerintahkan untuk memperbaiki tiga mobil operasional staf.
“Dicat ya, mobil saya tidak boleh baret-baret. Masukin bengkel, tapi jangan sampai biaya bengkel lebih mahal dari mobil baru,” tuturnya.
Paling mengejutkan adalah alih fungsi mobil dinas Gubernur Jabar Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI A3 yang meminta ke staf-nya untuk diubah menjadi rumah sakit berjalan.
“Pak Sekda, oleh Bapak nanti alokasikan ubah jadi mobil rumah sakit.”
“Yang ada pemeriksaan jantung, pemeriksaan ibu hamil, kalau perlu bisa mendeteksi kanker, pemeriksaan darah. Ini bisa kan, mobil lab. Tuh gagah.”
“Jadi mobil rumah sakit. Kelengkapannya lengkapi. alokasi hitung berapa,” ujar Dedi, dilansir dari TribunnewsBogor.com.
Ia menekankan, mobil tersebut nantinya akan digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Pria Istimewa, Bisa Injak Kap Mesin dan Duduk di Atap Mobil Kepresidenan Prabowo
“Jadi Gubernur punya mobil rumah sakit, tapi bukan buat saya, buat warga. Kasihan diam saja jarang dipakai, berat,” katanya.
Sementara untuk mobil Crown dan Camry, diberikan pada dinas yang membutuhkan.
“Sudah tua ini, dilelang saja. Tapi dinas masih ada yang mau pakai enggak? Pak Sekda, kasihin ke dinas.”
“Kalau biaya pemeliharaannya tinggi lebih baik lelang. Kasihin dinas yang membutuhkan,” katanya.
Sedangkan dua mobil listrik diberikan pada dinas dan staf.
“Mobil listrik ada dua ya. Kasihin Pak Sekda. Mau di ke siapain? Nanti yang dinas turunin lagi. Mobil listrik boleh lah buat di sini. Buat ibu saja (staf),” ujar Dedi.
Sedangkan Alphard, Dedi memberikannya pada Sekda Jabar Herman Suryatman.
Baca Juga: Salut! Anggota DPR Paksa Range Rover Vogue hingga Mogok Demi Salurkan Bantuan Korban Banjir di Kabupaten Bekasi
“Alphard Sekda saja. Masih bagus enggak ini? Layak Sekda pakai Alphard? Mobil bapak kasihin,” papar Dedi Mulyadi.
Sedangkan untuk keperluannya sebagai Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi hanya meminta satu mobil Toyota Innova Zenix.
“Tadi ada Innova, itu boleh lah. Jangan terlalu banyak, lieur (pusing), nanti numpuk biaya pemeliharaan, biaya pajak di kita,” pungkas Dedi Mulyadi.