Pembangunan Jalan Tol di IKN Disebutkan Bakal Menerapkan Teknologi Ngecas Saat Mobil Listrik Melintas

PUPR mengungkapkan bahwa jalan tol di IKN bisa diterapkan teknologi pengisian daya baterai mobil listrik ketika melintas di jalan tol.

Pembangunan Jalan Tol di IKN Disebutkan Bakal Menerapkan Teknologi Ngecas Saat Mobil Listrik Melintas
JawaPos.com - Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa jalan tol di IKN bisa diterapkan teknologi pengisian daya baterai mobil listrik ketika melintas di jalan tol.
 
Hal tersebut diungkapkan oleh PUPR melalui Ketua Satgas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Danis Sumadilaga.
 
"Penerapan teknologi jalan yang dapat mengisi ulang daya mobil listrik di tol IKN tersebut masih berupa konsep dan penerapannya dilakukan secara bertahap," ujarnya seperti dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group).
 
Danis mengatakan bahwa teknologi tersebut sudah dijalankan di beberapa negara Eropa untuk mendukung penggunaan mobil listrik. Di mana mobil bisa melakukan isi ulang daya baterai ketika sambil berjalan.
 
"Tadinya di tol di mana nantinya kita coba satu segmen. Jadi setelah dilakukan pengaspalan, nantinya ada pemasangan lapisan tertentu di jalan tol," ucapnya.
 
Teknologi jalan yang bisa mengisi daya mobil listrik tersebut rencananya juga akan di uji coba di area parkir.
 
Sedangkan progres pembangunan Jalan Tol Akses IKN saat ini telah bertambah kontraknya hingga seksi 5B, 6A dan 6B untuk sampai ke kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
 
Baca Juga: BRIN Imbau Potensi Banjir di IKN pada Pertengahan Maret 2024, Jangan Sampai Terlambat Siaga
 
Terkait seksi 5B pembangunannya meliputi akses ke Bandara VVIP IKN. Sedangkan untuk progres pembangunan Tol Akses IKN per 8 Februari untuk masing-masing seksinya yakni seksi 3A 69,7 persen, seksi 3B 69,0 persen, seksi 5A 77,5 persen.
 
Kemudian untuk seksi 5B baru terkontrak sekitar 3-5 bulan lalu dengan progres sekitar 12 persen. Untuk seksi 6A dan 6B membutuhkan dukungan terkait lahan.
 
"Kita targetkan fungsional bisa dilewati satu arah pada Agustus 2024. Kita usahakan," ujar Danis.
 
Jalan tol IKN tersebut dapat mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan menuju KIPP IKN yang semula apabila melewati Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan Lintas Sepaku membutuhkan waktu sekitar 2 jam 15 menit dengan jarak 95 km, menjadi hanya sekitar 45 menit dengan jarak 57 km.
 
Jaringan jalan tol tersebut menghubungkan Kota Balikpapan dengan KIPP IKN di Penajam Paser Utara, utamanya melintasi jalan tol IKN dan Jembatan Pulau Balang.
 
Di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan tol tersebut juga ditanami pohon-pohon endemik Kalimantan. Hal itu sesuai dengan prinsip IKN sebagai kota hutan dan kota pintar (smart forest city).
 
***

Apa Reaksi Anda ?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow