Informasi Terpercaya Masa Kini

Piramida Misterius Berusia 2.200 Tahun Ditemukan di Dekat Laut Mati

0 6

KOMPAS.com – Tim arkeolog telah menemukan sebuah struktur berbentuk piramida misterius di Gurun Yudea, dekat Lembah Zohar (Nahal Zohar), di sepanjang pantai Laut Mati. Situs penggalian ini menyimpan berbagai artefak yang luar biasa terawat, berusia lebih dari 2.000 tahun.

“Penemuan ini sangat menarik dan bahkan menggetarkan, serta memiliki arti penting bagi penelitian arkeologi dan sejarah,” kata Eli Escusido, Direktur Otoritas Barang Antik Israel (Israel Antiquities Authority), dalam sebuah pernyataan.

Struktur Piramida yang Masih Menyimpan Misteri

Piramida ini dibangun dari batu-batu besar yang dipotong dengan tangan, masing-masing seberat ratusan kilogram. Namun, tujuan dari pembangunan struktur ini masih menjadi misteri. Para direktur penggalian menduga bahwa piramida tersebut mungkin berfungsi sebagai monumen bersejarah, makam, atau menara penjaga yang melindungi jalur perdagangan dari Laut Mati ke pelabuhan-pelabuhan di pesisir.

Struktur ini berasal dari sekitar 2.200 tahun yang lalu, pada masa kekuasaan Dinasti Ptolemaik dan Kekaisaran Seleukia. Setelah kematian Alexander Agung pada tahun 323 SM, kerajaannya terbagi di antara para jenderalnya. Ptolemeus menguasai Mesir dan wilayah sekitarnya, termasuk Israel, sedangkan Seleukus menguasai wilayah utara yang kini merupakan bagian dari Timur Tengah. Pada tahun 200 SM, Kekaisaran Seleukia berhasil merebut wilayah yang kini menjadi Israel dari kekuasaan Ptolemaik.

Karena piramida ini dibangun pada masa pergantian kekuasaan tersebut, para peneliti masih belum yakin apakah struktur ini didirikan di bawah pemerintahan Dinasti Ptolemaik atau Kekaisaran Seleukia. Namun, kedua kerajaan ini kemudian diambil alih oleh Kekaisaran Romawi pada abad ke-1 SM.

Baca juga: Boneka Berusia 2.400 Tahun Ditemukan di Puncak Piramida

Artefak yang Terawat Berkat Iklim Gurun

Para arkeolog juga menemukan berbagai artefak di situs ini. Kondisi kelembapan rendah di gurun memungkinkan artefak tersebut terjaga dengan sangat baik selama ribuan tahun. “Kelembapan yang sangat rendah menjaga benda-benda ini dengan luar biasa,” kata Ido Zangen, salah satu arkeolog yang terlibat dalam penggalian, dalam sebuah video yang dirilis oleh Israel Antiquities Authority.

Beberapa artefak yang ditemukan termasuk:

  • Fragmen papirus dengan tulisan dalam bahasa Yunani kuno, bahasa yang digunakan oleh penduduk pada masa Dinasti Ptolemaik dan Kekaisaran Seleukia.
  • Koin perunggu dan wadah kuno.
  • Sisa-sisa furnitur kuno, manik-manik, senjata, kain, dan biji-bijian, semuanya terawat dengan baik berkat iklim kering.

Eva Balbin Brafman, seorang relawan di penggalian tersebut, menggambarkan pengalamannya saat menemukan bagian dari dokumen papirus di bagian atas situs. “Huruf-hurufnya terlihat jelas, mungkin dalam bahasa Yunani,” kata Balbin Brafman dengan penuh semangat. “Sangat menakjubkan menemukan sesuatu dalam kondisi yang begitu terawat.”

Baca juga: Bagaimana Piramida Tertua di Mesir Dibangun?

Penggalian Berlanjut untuk Mengungkap Lebih Banyak Rahasia

Tim arkeolog profesional, dibantu oleh para relawan, akan terus melanjutkan penggalian hingga 8 April dengan harapan dapat mengungkap lebih banyak informasi tentang struktur misterius ini. Penemuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang masa lalu kawasan tersebut tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang budaya, perdagangan, dan kehidupan masyarakat di era Ptolemaik dan Seleukia.

Dengan berbagai artefak berharga dan kondisi luar biasa yang ditemukan di situs ini, para peneliti berharap dapat mengungkap lebih banyak rahasia tentang fungsi sebenarnya dari piramida misterius ini. “Setiap temuan di sini membawa kita semakin dekat untuk memahami sejarah kawasan ini,” tambah Zangen dengan optimisme.

Baca juga: Rahasia Tersembunyi di Dalam Piramida Kuno Suku Maya

Leave a comment