5 Pelajaran Berharga di Series ‘True Stalker’ dari Para Pemerannya
Series terbaru dari Vidio Original, True Stalker, sudah tayang, nih Bela. Serial yang diadaptasi dari novel tersebut menayangkan episode pertamanya pada Sabtu (30/11/2024) lalu. Penuh plot twist dan misteri, banyak penonton yang menerka-menerka apa yang terjadi selanjutnya pada Agam dan Adiba.
True Stalker sendiri punya banyak pesan yang ingin disampaikan mulai dari persahabatan, kekeluargaan, obsesi, toxic relationship, hingga cinta beda agama. Nah, menurut para pemerannya, berikut 5 pelajaran atau pesan yang bisa kamu dapatkan dari series True Stalker.
1. Semua hal ada cerita di baliknya
Menurut pemeran Agatha, Angie Marcheria, True Stalker itu mengajarkan bahwa semua yang terlihat, entah itu baik atau buruk ada cerita di baliknya. Jadi, nggak semua orang yang berlaku jahat itu sebenarnya jahat, dan nggak semua yang terlihat baik itu benar-benar baik.
“Kalau dari aku mungkin kalau nanti sudah nonton sampai akhir, ya. Itu buat aku pelajaran yang diambil adalah nggak semuanya yang kelihatan jelek itu sebenarnya jelek atau jahat. Dan nggak semua yang kelihatannya baik itu sebenarnya baik. Kayak orang-orang tuh nunjukin apa yang mereka mau tunjukin aja. Padahal di dalamnya tuh banyak ceritanya di belakang itu.
Atau misalkan nanti ada beberapa orang yang ngelakuin kecurangan atau hal tidak baik (di series-nya). Tapi dikasih angle kenapa mereka ngelakuin itu. Jadi, kita meliat semuanya dari dua sisi,” ungkap Angie.
Haico Van der Veken yang berperan sebagai Adiba, juga menyetujui pendapat Angie. Baginya, True Stalker membuat penonton, terlebih dirinya sendiri, untuk tidak langsung menilai seseorang. Jangan menilai seseorang dari luarnya, karena tak semua orang seperti apa yang kamu pikirkan tentangnya.
“Kalau aku di sini yang pertama sama kayak Angie, kita nggak bisa judge someone (menilai seseorang). Like we cannot judge a book by its cover (kita nggak bisa menilai seseorang dari penampilan luarnya). Karena nggak semua orang tuh seperti yang kita pikir,” tambah Haico.
2. Semua orang stalker, tergantung bagaimana menggunakan informasinya
Sementara menurut Brandon Salim, series ini menunjukkan bahwa setiap orang adalah stalker. Mulai dari lihat-lihat profil akun media sosial seseorang atau ingin tahu apa yang mereka suka.
Hanya saja, bagaimana menggunakan informasinya itu yang akan membedakan seseorang dari orang lain. Kegiatan stalking ini mungkin bisa bermanfaat, tapi bisa juga berbahaya jika informasinya disalahgunakan.
“I feel kalau udah nonton True Stalker dan baca ceritanya sampai episode 1 sampai episode 8, semua manusia itu sekarang stalker. Kita buka profil Instagram. Misalnya gue buka profil Instagram lu. Itu udah stalking nggak sih sebenernya? Udah ngepoin gitu, kan. Jadi dengan informasi itu menurut gue semua orang udah menjadi stalker.
Tapi, mungkin dari setiap manusia itu bisa menggunakan informasi yang diambil dari stalking ini. Bisa berbahaya sama bisa bermanfaat. Jadi, dari True Stalker ini nanti kalian bisa lihat dari percintaan, misteri, thriller, action-nya dengan informasi yang sama, tapi semua orang bisa mengeksekusi informasi itu berbeda-beda semua,” tegas Brandon yang memerankan tokoh Ghali.
3. Semua orang punya rahasia dan informasi itu penting
Pemeran Agam di True Stalker, Jefri Nichol, melihat kalau series ini mengajarkan bahwa semua orang itu punya rahasianya masing-masing. Informasi tentang diri juga nggak kalah pentingnya, sehingga harus benar-benar dijaga, karena tak akan pernah tahu informasi itu akan digunakan seperti apa.
“Dan yang aku pelajari dari True Stalker, kalo semua orang itu punya rahasia dan informasi itu penting banget, sih,” kata Jefri Nichol.
4. Jangan terlalu terobsesi sampai lupa diri
Selain tak menilai seseorang dari luarnya, Haico juga mendapat pelajaran bahwa jangan sampai seperti Adiba yang sangat terobsesi dengan seseorang sampai ia lupa dengan sekitarnya, termasuk pada dirinya sendiri.
“Menurut aku tuh jangan sampai terlalu terobsesi dengan orang lain sampai lupa diri. Lebih kayak kalau misalnya kita terlalu obsesi dengan seseorang, ketika apa yang kita mau dalam diri mereka, apa yang kita expect dari mereka. Terus nggak sesuai dengan ekspektasi kita, kita jadinya disappointed banget sampai it can ruin our day (menghancurkan hari-hari kita).
Kita jadinya bisa down (sedih dan badmood) berhari-hari. Padahal kita juga punya hidup kita sendiri yang kita bisa fokus. Kita punya kebahagiaan sendiri yang kita bisa fokus juga gitu,” ujar Haico.
5. Lihat sesuatu dari dua sisi dan latar belakangnya
Sependapat dengan Angie dan Haico, Gabriella Eka Putri yang berperan sebagai Helena juga mengatakan kalau pelajaran yang ia dapat dari series ini adalah jangan terburu-buru menilai orang lain. Oleh karenanya, harus melihat dari dua sisi seperti dari sebab dan akibatnya, walaupun tidak membenarkan hal jahat yang dilakukan.
“Sebenarnya aku lumayan setuju sama Haico dan Angie, sih. Karena first of all don’t judge a book by its cover. Terus misalkan ada orang yang melakukan sesuatu yang tidak baik gitu, kita tuh nggak bisa langsung nge-judge. Tapi, kita mungkin bisa memahami dulu gitu, lho. Mungkin dia seperti ini karena dulu ada cerita di belakangnya kayak gini. Tapi, bukan membenarkan gitu. Namun, kayak ada alasannya kenapa dia menjadi seperti itu,” ujar Gabriella.
Itulah pelajaran yang bisa didapatkan dari series True Stalker dari para pemerannya. Jangan lupa untuk nonton series True Stalker di Vidio, ya, setiap hari Sabtu.
Baca Juga: 5 Fakta dan Sinopsis Series Vidio ‘True Stalker’, Penguntit Obsesif
Baca Juga: 6 Fakta dan Sinopsis Series Vidio ‘Suami-Suami Masa Kini 3’
Baca Juga: 7 Fakta & Sinopsis Vidio Original Series ‘Menduda’, Hidup Pasca Cerai