Dubes Ukraina Tanggapi Donald Trump yang Mau Hentikan Dana ke Ukraina

Dubes Vasyl Hamianin tanggapi pernyataan Donald Trump soal penghentian dana ke Ukraina, apabila terpilih lagi menjadi Presiden Amerika.

Dubes Ukraina Tanggapi Donald Trump yang Mau Hentikan Dana ke Ukraina

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin buka suara mengenai pernyataan Donald Trump yang ingin menghentikan dana ke negaranya apabila kembali terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). 

Dia menegaskan, padahal bantuan dana untuk Ukraina akan menyelamatkan umat manusia dan mencegah perang besar terjadi di seluruh dunia. 

"Saya berharap mitra kami akan membantu kami melawan musuh karena saya ulangi, ini bukan hanya demi Ukraina, tapi juga demi umat manusia, karena jika kami tidak menang dalam perang ini, jika kami tidak mengalahkan Rusia, hal ini akan terjadi di banyak wilayah lain di dunia dalam skala yang jauh lebih besar, dan yang pasti, hal ini akan menyebar ke Eropa," katanya, saat ditanyai awak media di Jakarta, dikutip Selasa (7/5/2024). 

Baca Juga : Ukraina Undang Indonesia Hadiri KTT Perdamaian Global di Swiss

Meski begitu, dia menekankan bahwa pihak Ukraina juga tidak bisa memaksa siapapun untuk memberikan bantuan dana ke Ukraina. 

"Tapi maksud saya, kita tidak bisa memaksa siapapun untuk membantu kita. Kita tidak bisa memaksakan, kita hanya berharap agar orang-orang memahami hal ini," ujarnya. 

Baca Juga : : Soroti Perang di Palestina dan Ukraina, Paus Fransiskus Kecam Industri Senjata

Adapun dia menegaskan bahwa jika tidak lagi membantu mendanai Ukraina untuk saat ini, maka kelak akan dibayar dengan nyawa manusia di masa depan. 

"Jadi pada dasarnya, jika Anda tidak membeli senjata untuk Ukraina sekarang, tapi besok, Anda akan membayar dengan nyawa anak-anak Anda, tentara Anda, atau warga sipil Anda," ucapnya. 

Baca Juga : : Ukraina Terdesak, Zelensky Minta NATO Alirkan Senjata Lebih Cepat

Kemudian, dia mengatakan bahwa jika tidak ada bantuan dana untuk Ukraina, maka negaranya tentu akan berjuang sendirian. 

"Saya ingat apa yang dilakukan Hitler terhadap rakyatnya. Ya, begitu juga dengan jutaan warga sipil. Kami tidak ingin mengulanginya dan mereka selalu membicarakan hal itu. Jika Anda melihat media, saluran utama seperti saluran TV, setiap hari mereka selalu membicarakan hal itu," katanya. 

Seperti diketahui, mantan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan menghentikan bantuan keuangan ke Ukraina jika terpilih kembali menjadi Presiden AS. 

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban mengatakan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina akan berhenti jika AS tidak memberi dana maupun persenjataan dan negara-negara Eropa mengikuti langkah AS.

"Jika Amerika tidak memberi dana, maka Eropa tidak bisa membayar untuk perang tersebut sendirian, dan perang juga akan berakhir," katanya.

Meski Trump bukan lagi Presiden AS saat ini, Partai Republik terus menentang usulan Partai Demokrat, partai pendukung Presiden AS Joe Biden untuk mengirimkan dana guna mendukung Ukraina berperang melawan Rusia.

"Trump berkata jika dia terpilih lagi, dia tidak akan membiarkannya lagi. Dia tidak akan memberikan dana sepeserpun. Dengan demikian, perang pun berakhir," tambahnya. 

Apa Reaksi Anda ?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow