Viral Devy Anastasia Masterchef Indonesia dan Sejarah OnlyFans

231

Platform dewasa OnlyFans kembali mendapat perhatian. Akibat konten yang diduga milik jebolan Masterchef Indonesia Devy Anastasia, menjadi viral.

Belum lama ini, media sosial tersebut juga sempat dihebohkan oleh konten porno milik Dea. Yang ditangkap pada Kamis (24/3) malam oleh tim dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Terkait kasus penyebaran konten pornografi.

Ada juga nama Siskaeee, yang viral usai salah satu konten dewasanya bocor. Ia mengunggah beberapa konten pornonya di tujuh platform berbayar, salah satunya OnlyFans. Dari setiap konten yang diunggah, Siskaeee mendapat keuntungan hingga Rp15-20 juta.

Terbaru, akun Instagram Lambe Turah mengunggah gambar yang menunjukkan sebuah tautan. Akun OnlyFans bernama Devy Anastasia sambil menyandingkannya dengan foto sang peserta Masterchef Indonesia itu.

Aplikasi OnlyFans dapat diunduh di toko aplikasi App Store maupun Google Play Store. Namun, pengguna di Indonesia tak bisa mendapatkannya lantaran tersangkut regulasi.

Sejarah OnlyFans

OnlyFans didirikan oleh pengusaha Inggris Timothy Stokely pada November 2016. Awalnya, aplikasi ini diciptakan sebagai media sosial berbasis langganan. Selain video dan foto, pembuat konten dapat memberi layanan secara lansung. Panggilan telepon, percakapan pesan langsung, hingga akses obrolan grup.

Stokely berhasil menyulap OnlyFans menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir. Karena sukses mengajak sejumlah selebritas bergabung.

Para selebritis ini dapat mengunggah berbagai konten eksklusif bagi penggemar mereka. Menggunakan skema berbayar, tarifnya berkisar antara US$5 (Rp75 ribu) hingga US$50 (Rp750 ribu) per bulan.

Dari biaya langganan itu, kreator konten OnlyFans akan mendapatkan 80 persen dari keuntungan. Tak cuma itu, mereka juga bisa mendapatkan tip jika pelanggan menyukai konten tersebut.

Sementara OnlyFans sendiri, mengambil keuntungan 20 persen dari pendapatan si pembuat konten.

Platform tersebut mengaku membayar total US$5 miliar (Rp75,1 triliun) kepada kreator konten setiap tahun.

Menurut data OnlyFans, ada 174 juta kunjungan bulanan. 5,5 juta pengunjung unik setiap hari. Dengan 150 juta pengguna terdaftar serta 1,5 juta pembuat konten.

Booming Saat Pandemi

Pada Maret dan April 2020, atau awal pandemi Covid-19. OnlyFans mengalami peningkatan pendaftaran 75 persen per bulan. Dengan rata-rata 200 ribu pengguna baru setiap hari.

Menurut laporan keuangannya, OnlyFans mengakhiri tahun fiskal 2020 dengan lebih dari 1,6 juta kreator. Naik 384 ribu dari tahun sebelumnya.

Laporan itu juga mengatakan, 82,3 juta pengguna baru terdaftar. Naik drastis dibanding tahun sebelumnya 13,5 juta.

231 thoughts on “Viral Devy Anastasia Masterchef Indonesia dan Sejarah OnlyFans

  1. You’re so awesome! I don’t believe I have read a single thing like that before. So great to find someone with some original thoughts on this topic. Really.. thank you for starting this up. This website is something that is needed on the internet, someone with a little originality!

  2. Try to slowly read the articles on this website, don’t just comment, I think the posts on this page are very helpful, because I understand the intent of the author of this article.

  3. naturally like your web site however you need to take a look at the spelling on several of your posts. A number of them are rife with spelling problems and I find it very bothersome to tell the truth on the other hand I will surely come again again.

  4. Apologetic status CBD gummies can be iffy in support of a some reasons:
    Inaccurate or inconsistent dosage: CBD gummies should suppress a specific amount of CBD per serving, but lousy worth gummies may not accurately measure the amount of CBD in each gummy. This can dispose to inconsistent dosing and potentially non-functioning or equable destructive results.
    Contamination: CBD gummies that are made with low-quality or contaminated ingredients can be noxious to consume. Some companies may utilize CBD that is sourced from low-quality hemp or may list detrimental additives or chemicals.
    https://fivecbd.com/products/cbd-gummies

    False advertising: Some companies may colour inexact claims wide the amount of CBD in their products or the effects that their products can have. This can flex to consumers being misled and potentially wasting their means on inadequate products.
    To leave alone bad prominence CBD gummies, it’s eminent to do your scrutiny and settle upon a honest brand. Look for products that clothed been third-party tested, which means an unrestrained lab has verified the amount of CBD in the result and checked for contaminants. Additionally, look to products that use high-quality ingredients and lay down clear information about dosage and effects.

  5. I have read your article carefully and I agree with you very much. This has provided a great help for my thesis writing, and I will seriously improve it. However, I don’t know much about a certain place. Can you help me?

  6. This is really interesting, You’re a very skilled blogger. I’ve joined your feed and look forward to seeking more of your magnificent post. Also, I’ve shared your site in my social networks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Arawinda Kirana, Isu Pelakor, serta Filmografi.

Rab Jul 6 , 2022
Aktris Arawinda Kirana mendadak jadi trending topic di Twitter. Banyak warganet yang menduga bahwa sosoknya menjalin hubungan dengan suami orang. Bermula dari akun KawakamiMS yang membagikan hasil unggahan dari akun Instagram wanita.cl. Unggahan itu berisi cerita dari seorang netizen yang identitasnya disamarkan. Cerita tersebut bertajuk tentang keprihatin terhadap suatu keluarga […]

Baca Juga

Archives